deskripsi gambar

Rumah Tidak Layak Huni di Hamparan Perak direhab Pangdam I/BB Menjadi Rumah Layak Huni



Hamparan Perak 

|| teamsergapnews.com ||


Pangdam I/BB Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin SE MSi meletakan batu pertama rehab rumah tidak layak huni di Jalan Pertamina, Dusun V Kebun Baru, Desa Hamparan Perak, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, Kamis (1/9/2022) sekitar pukul 11:00 Wib.


Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin SE MSi didampingi Dandim 0201/Medan Kolonel Inf Ferry Muzawwad SIP MSi, Mayor Eko Yudho Prayitno SIP (Pabandia Bakti Kodam l BB), Kompol Bernad Naibaho, Plt Kapolsek Hamparan Perak, Jahar Efendi SSos MAP (Camat Hamparan Perak), Muhammad Helmi (Kepala Desa Hamparan Perak), Tri W (Babinsa), Kusmiono (Babinsa), Dian Sari (29) Kepling, Jasmi (Pemilik rumah bedah).


Menjalankan program Bina Teritorial, Pangdam l/BB melakukan rehab rumah Ibu Jasmi (58) dari rumah belum layak menjadi rumah layak huni. 


"Dalam rangka Binter ini, kita sesuaikan dengan kondisi wilayah. Disini kita melakukan bedah rumah, karena ada beberapa rumah yang kita anggap mungkin belum layak, jadi kita rehab supaya layak huni. Kemudian ada juga kita melakukan pertanian-pertanian didaerah Tuntungan, kita menanam jagung, termasuk di daerah dekat bandara, kita menanam jagung, sebagian dari ketahanan pangan. Dan banyak di daerah lain seperti di daerah-daerah dekat pantai membina pertambakan, itu wujud kita dalam menerapkan pembinaan teritorial ini, dalam situasi damai kita bekerja sama dengan semua stakeholder, tokoh masyarakat dan lain-lain," terang Pangdam l/BB.


Target Pangdam l/BB untuk melakukan rehab rumah tidak layak huni sebanyak 30 rumah. "Untuk saat ini 30 rumah dulu, di tempat lain sudah ada beberapa, ini yang pertama disini," tutupnya.


Dikesempatan yang sama, Ibu Jasmi mengucapkan terima kasih kepada Pangdam l/BB, Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin SE MSi. Jasmi menceritakan bahwa dirinya tinggal sendiri dirumah yang tidak layak huni di Jalan Pertamina, Dusun V Kebun Baru, Desa Hamparan Perak. Setiap hujan Jasmi harus tidur dikursi dengan kondisi rumah yang banjir dan tanpa penerangan.


"Syukur Alhamdulillah saya ucapkan kepada bapak Pangdam, rumah saya akan di rehab. Dulu setiap hujan, rumah saya banjir, saya tidur dikursi, kalau banjir saya harus menguras rumah," pungkas Jasmi yang mengaku memiliki 8 anak. 

Acara diakhiri dengan pembagian sembako kepada warga yang tidak mampu sebanyak 300 orang.

(tsn bram)

Share on Google Plus

About JurnalisTeamSergapIndonesia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.