deskripsi gambar

Institut Agama Kristen Negeri Tarutung Kelompok 4 Tour de Magang ke Gereja HKBP Pardomuan Silangkitang

 


Tarutung  ||  teamsergapnews.com  || 

Mahasiswa Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung, telah menyelesaikan pembelajaran teori musik Mata Kuliah Magang II yang didampingi oleh seorang dosen Ampuh, Dra Lince RT Simamora MPd, yang membimbing mahasiswa mata kuliah magang II ini, dari awal perkuliahan sampai tengah semester atau sebelum ujian tengah semester terhitung delapan kali pertemuan pada semester V. Materi yang disampaikan dalam beberapa pertemuan terkait not balok atau latihan mahir membaca notasi balok dari tangga nada C mayor atau tangga nada 1 kres sampai tangga nada 7 kres, juga tangga nada 1 mol sampai 7 mol. Setelah mahir membaca notasi musik kemudian pembelajaran teknik permainan alat musik lagu-lagu ibadah gereja dengan membaca notasi balok yang benar. 

Usai pembelajaran teori di kampus, para mahasiswa Institut Agaman Kristen Negeri (IAKN) Tarutung, kemudian mengadakan "Tour de Magang" ke gereja-gereja di seputaran wilayah kampus IAKN. Dalam praktek mahasiswa magang diarahkan untuk melakukan pelayanan di gereja dengan cara bermain alat musik di acara ibadah Minggu sesuai instrument yang dipilih. Selain memainkan alat musik dalam ibadah Minggu, mahasiswa juga dibina mengikuti Sermon di gereja, mengajar Anak Sekolah Minggu, mengajari paduan suara punguan Remaja/Naposo Bulung. 

"Kita sudah ajarkan semua materi tentang notasi balok dari tangga nada C mayor, kres sampai tangga nada 7 kres dan begitu juga mol hingga ke 7 mol, kemudian teknik permainan alat musik untuk lagu-lagu ibadah gereja dengan membaca notasi balok yang benar. Usai teori yang didapat mahasiswa wajib mengaplikasikan ilmu yang selama ini diserap untuk dipraktekkan ke gereja di seputaran wilayah kampus IAKN," tutur dosen Ampuh mahasiswa IAKN Mata Kuliah Magang II, Dra Lince RT Simamora MPd, Minggu 18 Desember 2022. 

Lince Simamora juga menuturkan bahwa mata kuliah magang ini, mahasiswa dibagi ke beberapa gereja yang ada di sekitar wilayah kampus serta dibagi menjadi 6 kelompok. 

"Disini saya mengantarkan mahasiswa magang II, kelompok 4 ke gereja HKBP Pardomuan Silangkitang, Resort Pardomuan Silangkitang, Distrik II Silindung, yang dipimpin Pendeta Resort, Hervin Karo-karo STh. Mahasiswa magang ini sebanyak 4 orang, sebagai ketuanya Epsan Harianja dan tiga lainnya, Dianitami Siregar, Jeverwandi Sitohang dan Ebenezer Lumbantoruan. Karena disini kita ada menandatangani Surat Perjanjian Kerja Sama (MoU) oleh kedua belah pihak antara pihak gereja, Pendeta Resort dan pihak kampus, saya sendiri sebagai dosen pengampu mata kuliah magang II. Adapun perjanjiannya, mahasiswa diwajibkan mengikuti semua tugas yang dituliskan dalam surat perjanjian tersebut," papar Lince Simamora. 

Sementara Ketua Kelompok 2, Magang II, Epsan Harianja, menyampaikan adanya terkait Surat Perjanjian kedua belah pihak untuk mahasiswa magang berisikan, Pertama, mahasiswa wajib mengiringi ibadah setiap hari Minggu dengan bermain musik secara langsung. Dimana pemain keyboard dipegang oleh Epsan Harianja, (Alto Saxopone), Dianitami Siregar, Jeverwandi Sitohang dan Ebenezer Lumbantoruan (sopran, alto dan tenor).

Kedua, mahasiswa wajib mengikuti kegiatan Sermon yang dilakukan sekali seminggu di hari Jumat Pukul 17.00-19.00 Wib dan Sermon ini bertujuan membahas untuk disampaikan kepada Anak-anak Sekolah Minggu sesuai topik yang sudah tertulis dalam buku panduan Guru Sekolah Minggu. Ketiga, Mahasiswa wajib mengajar Anak Sekolah Minggu setiap hari Minggu, Pukul 07.30-09.00 Wib dan untuk ini dibagi 2 tim, dimana tim pertama berlokasi di gereja HKBP Pardomuan Silangkitang serta tim kedua berlokasi di pos pelayanan ibadah di Sibadak II, dengan mengiringi musik, memandu nyanyian Sekolah Minggu, menertibkan Anak-anak Sekolah Minggu juga menyampaikan khotbah pada Anak-anak Sekolah Minggu. Keempat, mahasiswa wajib mengikuti ibadah PA, mengajar paduan suara (koor) Remaja/Naposo Bulung untuk dibawa di hari Minggu dan ini dilakukan setiap hari Sabtu Pukul 19.00-22.00 Wib. 

"Kami memulai praktek magang tanggal 13 November 2022 di gereja HKBP Pardomuan Silangkitang dan tour de magang kami ini disambut hangat oleh pihak gereja dan jemaat HKBP Pardomuan Silangkitang. Dalam menjalankan magang ini kami ada menemukan beberapa kejanggalan yang terjadi, namun seiring berjalannya waktu, kami mulai memahami dan mulai beradaptasi dengan lingkungan gereja tersebut. Beberapa pertemuan yang sudah kami ikuti dalam praktek magang ini, kami memiliki beberapa pelajaran yang bisa menambah wawasan kami sebagai mahasiswa yang nantinya akan melakukan pelayanan dimanapun kami akan di trmpatkan bekerja setelah lulus nanti. Adapun yang menjadi pelajaran bagi kami yaitu, kami di ajarkan untuk selalu sabar dalam melakukan pelayanan, dibimbing untuk melakukan komunikasi, menjalin relasi yang baik dengan jemaat serta pimpinan dan juga penatua-penatua gereja sehingga setiap pelayanan yang akan kami lakukan di hari-hari berikutnya berjalan dengan lancar tanpa halangan apapun," terang Epsan Harianja. 

Saat melakukan pelayanan ibadah pertama, lanjut Epsan, respon yang diberikan oleh jemaat sangat baik, jemaat merasa bangga terhadap adanya mahasiswa yang melakukan praktek magang khususnya yang melayani di bidang musik, karena pada hari-hari sebelumnya jemaat bernyanyi mengikuti musik box. Jemaat sangat senang dengan adanya pelayanan musik di gereja itu, karena jemaat mengatakan, ketika ada pengiring ibadah yang bermain secara langsung dalam ibadah, suasana ibadah jadi semakin hidup dan semangat jemaat saat bernyanyi semakin bertambah. Selain jemaat gereja, pemerintah setempat (Kepala Desa) sangat mendukung pelayanan tersebut. Karena sebelumnya, alat musik di gereja itu tidak ada, tetapi karena sambutan Kepala Desa yang sangat senang dan bangga, Kepala Desa mensupport dengan cara mengusahakan alat musik yang bisa di pergunakan untuk minggu-minggu berikutnya. Begitu juga dengan Song Leader yang ada di gereja itu, ikut memberi respon, bahwa mereka sangat senang jika ada musik secara langsung. Pada hari sebelumnya mereka mengakui kesulitan mengikuti musik box, terutama dalam bagian ketukan. Melalui pelayanan magang ini ada juga jemaat yang semakin bersemangat untuk mendorong anaknya mengikuti pelayanan dalam bidang musik di gereja. Yang awalnya anak dari jemaat itu takut untuk melakukan pelayan musik, akhirnya jadi ikut ambil bagian dalam pelayanan musik. 

"Respon positif dan juga dukungan dari jemaat kami terima serta dorongan untuk lebih dalam pelayanan pun kami lakukan. Kami juga memperoleh banyak manfaat seperti, kami didukung dan diberi semangat oleh jemaat selaku mentor kami di lapangan, memiliki banyak relasi salah satunya anggota remaja/naposo bulung, memperoleh banyak perubahan positif dalam melakukan pelayanan. Melalui praktek magang ini kami juga diajarkan sabar dalam mengajar sekolah minggu. Harapan semua jemaat terhadap kami mahasiswa magang semoga selepas mata kuliah magang, mereka masih berharap akan ada mahasiswa utusan dari kampus yang akan ditempatkan magang di tahun-tahun berikutnya serta mendoakan kami agar lancar dalam mengikuti perkuliahan, " ujar Epsan mengakhiri. 

(tsn bram)

Share on Google Plus

About JurnalisTeamSergapIndonesia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.