Dodi Robert Simangungsong, S.H: Usai Bangun Drainase, Lanjut Bangun Rabat Beton


Foto : Pembangunan Drainase berjalan lancar dan diperkirakan kurang dari dua minggu akan selesai. 


Medan  ||  Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Demokrat, Dodi Robert Simangungsong, S.H., mengapresiasi dan berterima kasih kepada Wali Kota Medan melalui Dinas SDA BMBK (PU) dan jajarannya, dimana telah memenuhi aspirasi warga dapilnya, Dapil IV, Jalan Menteng 7, Gang Bersama, Kelurahan Medan Tenggara, Kecamatan Medan Denai, Medan, Sumatera Utara, dalam membangun Drainase dan Pembetonan Jalan (Rabat Beton). 

"Kita melihat, kinerja Dinas SDA BMBK (PU) begitu sigap dalam memenuhi aspirasi warga Jalan Menteng 7, Gang Bersama, dimana warga tersebut mengeluhkan selalu banjir, hujan sedikit saja banjir, bila banjir datang, sangat sulit akses keluar masuk, baik kendaraan maupun warga setempat, karena badan jalan tidak merata dan wilayah tersebut belum pernah tersentuh pembangunan jalan dan drainase. Maka dengan adanya keluhan masyarakat tersebut, pihak PU pun langsung turun ke lapangan melihat lokasi dan kemudian esok harinya memulai pembangunan drainase," pungkas Dodi Robert Simangungsong, S.H., kepada wartawan, kemarin. 

Maka untuk itu, lanjutnya, kita sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Medan, bapak M. Bobby Afif Nasution, Kadis SDA BMBK, bapak Topan Ginting, Kabid Drainase, bapak Gibson Panjaitan, Kabid Jalan, bapak Ares, Camat Medan Denai, bapak Ananda Sulung Parlaungan, Lurah Medan Tenggara, bapak Armansyah Hasibuan dan Kepala Lingkungan (Kepling) setempat yang selalu menemani dan mengawasi dari awal pembangunan drainase tersebut sehingga sampai sekarang ini, pengerjaannya, Sabtu (21/10/23), bapak Rudy Manurung. 

"Dengan adanya kolaborasi ini, antara Legislatif dan Eksekutif sebaiknya terus ditingkatkan agar tercipta suatu pembangunan nyata ke masyarakat Kota Medan yang signifikan menuju Kota Metropolitan yang maju dalam segala aspek dan itulah harapan kita semua," ujar suami boru Ambarita ini. 

Tambahnya, selaku anggota dewan, itulah tupoksinya, menjemput aspirasi warga untuk disampaikan kepada eksekutif, disamping bidang Pengawasan dan Badgeting. Sinergitas inipun disahuti oleh dinas PU dan kemudian menyikapinya, sedangkan pihak Camat, Lurah dan Kepling membantu administrasi (surat menyurat), untuk menerangkan bahwa di lokasi tersebut sedang dilakukan pengerjaan drainase dan selanjutnya disambung dengan pengerjaan rabat beton. 

"Kita juga sudah menyampaikan kepada Kepling untuk menyurati (secara administrasi) pihak terkait (Dinas SDA BMBK), bahwa di lokasi ini sedang ada pengerjaan pembangunan drainase dan akan dilanjutkan rabat beton," imbuhnya. 

Selanjutnya terpisah, dikonfirmasi kepada Kepling setempat, Rudy Manurung, mengatakan, "Sudah kita surati Dinas SDA BMBK/PU bahwa di Jalan Menteng 7, Gang Bersama itu, telah dilakukan pengerjaan pembangunan drainase dan akan dilanjutkan dengan pengerjaan rabat beton dan itu diketahui dan ditandatangani oleh Lurah dan Camat," terangnya. 

Begitu juga awak media ini mengkonfirmasi Dinas SDA BMBK Kota Medan melalui Kabid Drainase, Gibson Panjaitan. 

Gibson Panjaitan dalam hal ini mengatakan, "Yang pasti Dinas SDA BMBK sedapat mungkin akan mendengar dan menuntaskan keluhan-keluhan warga, terlebih untuk daerah yang mengalami genangan saat hujan turun. Kita sudah mulai fokus mengerjakan drainase drainase tersier, supaya disambungkan dengan drainase Sekunder yang sudah ada. Dan drainase yang dikerjakan sekarang ini-lah yang dinamakan drainase tersier atau drainase lingkungan," urainya. 

Sementara, warga yang telah dibangun saluran air limbah (drainase), Jalan Menteng 7, Gang Bersama, yang diinisiasi oleh warga setempat, yakni Pendeta Boru Hutabarat, yang disampaikan kepada Dodi Robert Simangungsong, S.H, saat reses diselenggarakan di wilayahnya tersebut. 

Pendeta Gereja Bethel, Boru Hutabarat ini, sangat senang dan berterima kasih kepada anggota dewan DPRD Medan, Dodi Robert Simangungsong, dimana keluhan atau aspirasi warga didengar oleh anggota dewan tersebut, dan keluhan terkait banjir itu, sudah disampaikan dan sekarang telah terwujud, dengan dikerjakannya langsung dimulai dari pengorekan saluran air limbah sepanjang jalan gang bersama. 

"Terima kasih kami ucapkan kepada bapak Dodi Robert Simangungsong, selaku anggota DPRD Kota Medan, Dapil IV, yang telah mengakomodir aspirasi kami, yang kami sampaikan melalui reses yang pernah digelar disini, diwilayah ini, beberapa waktu lalu," tandasnya. 

Sebelumnya juga, ujarnya, aspirasi warga itu tentang pengaspalan jalan. Namun kemudian saat ditinjau kembali oleh anggota dewan Dodi Robert Simangungsong, ada permasalahan, dimana jalan tersebut gang bersama ini, belum memiliki saluran air limbah atau drainase. Maka diusulkan lah kembali, dranaisenya. 

"Sebenarnya pengajuan kami itu pengaspalan jalan, dimana badan jalannya sudah sangat rusak apalagi hujan turun, ya banjir. Ditambah jalan ini belum pernah disentuh pemerintah, baik pengaspalan maupun drainase. Kami tidak tahu jika diaspal harus ada drainase dulu, dan itu yang disampaikan oleh pak Dodi kepada kami, maka diusulkannya lah drainase dan selanjutnya pengaspalan jalan," ujarnya. 

Namun, setelah dikerjakan, bilangnya lagi, penanggung jawab proyek ini yang dari PU, Afrizal, mengatakan kepada kami, bahwa jalan ini sebaiknya di Rabat beton, jangan diaspal, karena jika diaspal akan menutupi drainase yang baru dibangun, jika pengerjaan drainase ini selesai. 

"Kami selaku warga negara indonesia dan sebagai warga Jalan Menteng 7, Gang Bersama, menerima apa saja yang terbaik yang akan dilakukan oleh Dinas SDA BMBK, yang terpenting saluran air limbah rumah tangga dan akses jalan keluar masuknya kami, warga gang bersama lancar dan tidak terkendala lagi dengan jalan yang rusak dan banjir," harapnya. 

Meneruskan hal itu, awak media inipun mengkonfirmasi kepada penanggung jawab proyek dari PU, Afrizal, apakah benar akan dibangun rabat beton, bukan aspal. 

"Benar, maka setelah selesai pengerjaan drainase ini, kita akan melanjutkan pengerjaan rabat beton, karena dilihat dari pengorekan saluran air limbah, ditarik dari titik tengah, jika di aspal akan menutupi semua pembangunan drainase dan aspal pun nanti ada penggilingan dengan traktor, jika itu terjadi, makan akan sia sia pengerjaannya dan itu tidak efisien, juga menghabiskan anggaran. Dan diperkirakan kurang dari dua minggu, pengerjaan ini akan selesai," tutupnya. 


[tsn bram


Share on Google Plus

About GROUP MEDIA KOMPAS7

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar