deskripsi gambar

Polsek Medan Area Gencarkan Sosialisasi PPKM Level 4 dan Bagikan Masker.

 


MEDAN || TEAMSERGAPNEWS.COM || 

Polsek Medan Area bersama Tiga (3) Pilar dan Instansi terkait, “Giat melaksanakan pembagian 4 kotak (200 helai Masker), sekaligus penindakan, teguran dan himbauan/ Sosialisasi PPKM Level 4, dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid 19 di wilkum-nya Polsek MedanArea.

Berdasarkan rangkuman Undang – Undang No.2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Surat Perintah Kapolsek Medan Area nomor : Sprin/ 703/VIII/Ops 1.2/2021.

Dalam melaksanakan kegiatan tersebut, dipimpin oleh Kapolsek Kompol Faidir ChaniagoSH.MH, turut didampingi, WakaPolsek AKP Tri Eko, KanitIntelkam AKP Syahrizal, KanitBinmas IpdaPol Sartono SH, KasiHumas AiptuPol Hery, Panit 1Binmas AiptuPol Junaedi, serta tiga pilar Kel Tegal Sari lll.

Kompol Faidir Chaniago SH MH, dalam arahannya kepada para pelaku Usaha Warung,baik itu warkop, RM (rumah makan) dan lainnya serta masyarakat yg melintas diJln Bromo Kel Tegal Sari lll Kec MedanArea, bersama personil dan Tiga Pilar Instansi terkait, laksanakan pembagian Masker, serta penindakan, teguran dan himbauan sosialisasi PPKM Level 4, rangka pencegahan penyebaran Covid 19 diwilkum-nya Polsek Medan Area, Kamis (05/08/21). sekira pukul 10:00wib s/d selesai. “ucapnya.

Kompol Faidir SH. MH mengatakan, “Dalam pelaksanaan ini, seluruh jajaran yang ikut serta telah membagikan masker kepada warga, terhadap pengguna jalan,”Sehingga harapan saya marilah kita bersama-sama untuk mengikuti prokes (protokol kesehatan) demi untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,

Juga Dalam pelaksanaan sosialisasi PPKM level 4, adapun telah dibagikan sebanyak 4 Kotak (200 helai) masker, “Disamping itu yg buka operasional tidak sesuai ketentuan PPKM Level 4. akan ada sanksi tindakan, bilamana tidak mengikuti aturan yg dihimbaukan baik itu secara lisan dan tertulis melalui browsur.”tegasnya.

Rangka kegiatan hasil yang dicapai.
Pemberian Masker : – , Teguran Lisan : 5 X, Tidak memakai masker : 9 X, Tidak menjaga jarak : 6X, Penempelan brosur himbauan/ pembagian Surat Edaran dari Walikota Medan : – , Himbauan/ Sosialisasi : 5X, Jumlah pelaku usaha melanggar : Nihil.

Pada pukul 11: 00 wib kegiatan pelaksanaan pembagian masker dan sosialisasi PPKM Level 4 dapat berjalan dengan lancar dan terkendali.”kata Kompol Faidir mengakhiri mengakhiri ucapannya pada anggota awak mesia.(Wakapolri Bersama Wagubsu dan Wali Kota Medan Meninjau Tempat Isoter di Ex Hotel Soechi Medan




Wakapolri, Komjen Gatot Eddy Pramono bersama Wagubsu, Musa Rajekshah dan Wali Kota Medan, Bobby Nasution meninjau tempat isolasi terpusat (isoter) yang disediakan oleh Pemko Medan di Ex Hotel Soechi Medan, jalan Cirebon, Kec. Medan Kota, Selasa (3/8).

Peninjauan ini dilakukan guna melihat fasilitas isoter yang telah disiapkan oleh Pemko Medan untuk masyarakat kota Medan yang terkonfirmasi covid-19 namun tanpa mengalami gejala (OTG).

Usai melakukan peninjauannya Wakapolri menghimbau kepada masyarakat yang terkonfirmasi positif covid-19 untuk memanfaatkan tempat isolasi terpusat yang telah disediakan oleh Pemerintah apabila tidak memungkinkan untuk menjalani isolasi mandiri dirumah.
Karena tempat isolasi yang telah disiapkan oleh Pemko Medan ini memiliki fasilitas yang lengkap termasuk juga tenaga kesehatan yang selalu berjaga.

"Saya menghimbau kepada masyarakat yang mungkin sekarang sedang terpapar covid-19 yang sedang berada dirumah dan rumahnya tidak memungkinkan untuk melakukan isolasi mandiri agar datang ke tempat isolasi terpusat yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah, selain tempatnya aman juga dapat mencegah terjadinya klaster keluarga."himbau Wakapolri.

Selain itu Wakapolri juga mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan 5M. Sebab dengan disiplin melaksanakan prokes 5M merupakan salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.

"Disiplin menerapkan 5M salah satu cara kita memutus mata rantai covid-19, karena itu kita harus terus mengedukasi masyarakat."ujarnya

Dalam kesempatan itu juga Wakapolri mengajak masyarakat untuk mensukseskan program vaksinasi massal yang telah digelar diberbagai tempat tujuanya agar tercipta herd immunity atau kekebalan komunal.

"Mari sama-sama kita sukseskan program vaksinasi covid-19 untuk mencapai target kita menciptakan herd immunity."ajak Wakapolri.

Sementara itu Wali Kota Medan, Bobby Nasution ditempat yang sama menjelaskan bahwa di lokasi Isoter ex Hotel Soechi sendiri saat ini telah diisi sekitar 51 warga. Namun dalam beberapa hari lalu delapan warga dipulangkan karena sudah dalam keadaan sehat.

"Saat ini ada 51 warga disini, setelah sebelumnya delapan warga sudah kita perbolehkan pulang karena sudah sehat, namun ada tujuh warga yang kita rekomendasi agar dirawat di rumah sakit karena kondisinya menuju berat ditambah faktor usia yang sudah lansia"jelas Bobby Nasution.

Bobby Nasution juga menambahkan bahwa tidak ada persyaratan tertentu bagi warga Medan yang ingin menjalani isolasi di tempat isoter ini, bahkan Pemko Medan juga menggratiskan seluruh biaya pelayanan.

" tidak ada syarat-syarat nya namun yang paling diutamakan adalah yang OTG karena mereka yang berpotensi menyebarkan covid-19 tanpa disadari. Kemudian warga di zona merah juga harus berada di lokasi Isoter. Daerah yang zona orange selama sebulan juga mesti kemari untuk isolasi termasuk warga," pungkas Bobby Nasution.

Sementara itu ketika ditanya terkait dengan evaluasi pelaksanaan PPKM level 4, Bobby Nasution mengatakan pihaknya terus melakukan evaluasi pelaksanaan PPKM level 4 di Kota Medan. Salah satunya dengan memfokuskan penyekatan di perbatasan kota Medan.

Sedangkan untuk di inti kota, Bobby Nasution mengatakan secara berangsur akan dikurangi. Pengurangan itu bukan lantaran efektivitas PPKM Level 4 di Kota Medan minim, melainkan mengikut aturan yang sudah sedikit dilonggarkan bagi masyarakat. Misalnya masyarakat sudah boleh makan di tempat atau dine in di restoran dengan batasan waktu sekitar 20 menit.

"Penyekatan tetap kita fokuskan di perbatasan, sedangkan inti kota secara berangsur kita longgarkan. Namun begitupun kita lakukan yustisi di lapangan. Bagi yang kedapatan melanggar PPKM kita rapid tes antigen, kalau hasilnya reaktif kita karantina di tempat Isoter, ini kita lakukan untuk menghukum virusnya bukan orangnya." papar Bobby Nasution)

Share on Google Plus

About JurnalisTeamSergapIndonesia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.