PPP Apresiasi TNI Tumpas KKB: Dengan Aksi Tegas Percepat Pembangunan di Papua

Foto : Anggota DPR RI Fraksi PPP 
Syaifullah Tamliha


Jakarta  ||  Baku tembak antara TNI dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) menewaskan lima orang anggota KKB. Anggota DPR RI Fraksi PPP Syaifullah Tamliha mengapresiasi tindakan tegas TNI. 

"Kita patut memberikan apresiasi untuk menumpas KKB yang terus-menerus melakukan tindakan teror kepada masyarakat di Papua," kata Syaifullah kepada wartawan, belum lama ini. 

Syaifullah menyebut penting bagi TNI untuk menindak tegas KKB. Bila tidak, maka akan berisiko pada pembangunan di Papua. 

"Sebab tanpa tindakan tegas seperti itu, maka pembangunan di Papua mengalami perlambatan dari Provinsi lain di NKRI ini. Secara kalkulasi militer, TNI jauh lebih unggul ketimbang KKB," terang Syaifullah. 

Meski begitu, baginya tidak perlu operasi besar-besaran memberantas KKB. "Yang dibutuhkan TNI di Papua sesungguhnya adalah struktur yang lengkap di setiap jajaran TNI dari Kodam sampai Koramil dan Babinsa di Papua sebagai tanda negara hadir di rakyat Papua," lanjutnya. 

Diketahui, peristiwa baku tembak tersebut terjadi di Kali Brasa, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Kamis (14/9) sekira pukul 14.50 WIT. Kelima jenazah anggota KKB tersebut telah dievakuasi ke rumah sakit. 

"Kelima jenazah tersebut dievakuasi setelah kejadian kontak tembak antara TNI dan KKB," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo.  

Selain kelima jenazah, aparat gabungan TNI-Polri juga menemukan sejumlah barang bukti. Di antaranya, 2 magasin senjata api, 4 butir peluru, serta barang-barang milik pribadi. 

"Semua barang bukti kini telah diamankan di Polres Yahukimo guna kepentingan penyelidikan," imbuhnya. 

Sementara itu, Kepala Penerangan (Kapen) Kogabwilhan III Kolonel Czi GN. Suriastawa dalam keterangannya, Sabtu (16/09/23) menyatakan, kelima jenazah tersebut bukan masyarakat sipil Yahukimo, melainkan anggota KST kelompok Yotam Bugiangge, Batalyon Wesem Kowip III Kodap III Ndugama. Data-data sudah dicocokkan dengan data KST yang dimiliki semua aparat keamanan gabungan, dan sudah sesuai bahwa mereka anggota KST Papua. 

"Karena tidak ada masyarakat Yahukimo yang mengaku sebagai keluarganya, maka Kodim, Polres bersama Pemda dan masyarakat setempat melaksanakan pemakaman terhadap kelima jenazah tersebut," pungkas Kapen. 


[tsn bram]

Share on Google Plus

About GROUP MEDIA KOMPAS7

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar