deskripsi gambar

DBOKC FSPTSI Gelar Konferensi Pers



TEAM SERGAP NEWS.COM





JAKARTA _ Federasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia (FSPTSI)-Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) meminta perhatian pemerintah terkait, agar dapat membantu peningkatan kesejahteraan dan kompetensi Sumberdaya Manusia (SDM) pengemudi Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua Umum FSPTSI-KSPSI, HM. Jusuf Rizal dalam Keterangan Pers didampingi Sekum FSPTSI, Ika Restianti dan jajaran pengurus Driver-Biker-Ojek Kamtibmas Community (DBOKC) di Graha FSPTSI-KSPSI, Cibubur, Jakarta.

Menurut Jusuf Rizal, aktivis pekerja dan buruh itu, menyikapi berbagai perubahan pasca berlakunya UU Omnibus Law, Revolusi Industri, maupun Pendemi Covid-19, membuat FSPTSI-KSPSI perlu menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi para pengemudi dewasa ini kepada pemerintah.

Berbagai gangguan di jalan raya mulai pungli, penjarahan maupun premanisme dapat menghambat kerja para pengemudi. Belum lagi masalah kesejahteraan, perlindungan hukum dan industri transportasi yang belum normal, serta masih minimnya perhatian dari Kementerian terkait, saat ini.

“FSPTSI-KSPSI meminta instansi terkait seperti Kemenaker, Dephub, Kementerian Perindustrian, Perdagangan, Pariwisata, Kementerian UKM, Gubernur, Bupati, Walikota maupun Pihak Kepolisian dapat memberi perhatian dan membantu peningkatan kompetensi, sertifikasi dan kesejahteraan para pengemudi,” tegas Jusuf Rizal yang juga Ketua Tim Relawan Pekerja Buruh Jokowi-KH. Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 itu.

Dikatakah peran pengemudi saat ini tidak bisa dianggap remeh. Karena kemajuan industri transportasi membuat peran para pengemudi menjadi strategis guna mendistribusikan berbagai kebutuhan masyarakat dan juga mendorong kemajuan pembangunan ekonomi bangsa.

“Kami FSPTSI-KSPSI juga menghimbau anggota agar tidak mudah terprovokasi dan melakukan mogok atau aksi-aksi demo yang dapat mengganggu stabilitas dan distribusi kebutuhan pokok masyarakat, jika dipandang tidak perlu,” tegas Jusuf Rizal sambil menambahkan dewasa ini ada 24 orang yang terlibat dalam industri transportasi Nasional.

Pada bagian lain, pria berdarah Madura-Batak Sekjen Media Online Indonesia (MOI) dan Ketum Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) itu juga, menyatakan semua pengemudi wajib vaksin maupun Test Antigen atau PCR sesuai ketentuan yang berlaku dalam menjakankan profesinya.

FSPTSI-KSPSI juga mendukung program wajib Uji Emisi bagi setiap kendaraan untuk menekan polusi udara yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Program ini sangat bagus untuk memperoleh kualitas udara yang sehat termasuk bagi para pengemudi.

FSPTSI-KSPSI juga menerbitkan Lima Maklumat FSPTSI-KSPSI yang akan disampaikan kepada Kementerian terkait di pemerintahan Jokowi-KH.Ma’ruf Amin.

Sementara itu, saat awak media ini menghubungi Bang Iman Ketua DBOKC FSPTSI Kota Medan secara terpisah melalui telepon seluler via WhatsApp (09/11/2021). Iman mengatakan "jangan ada siapapun yang menghina profesi mulia seorang driver ini, karena kalau tidak ada seseorang yang berprofesi sebagai driver tentunya akses transportasi seperti sopir perkantoran, sopir angkot, RBT/ojek pangkalan (opang), ojek online (ojol), taxi online (taxi online) dan profesi driver lainnya bisa terhambat bahkan terputusnya roda-roda perekonomian di Indonesia ini.

Apalagi jika 'aspirasi ataupun pendapat yang hendak dan ingin disampaikan oleh para sopir atau pengemudi sengaja atau tidak sengaja di dengar oleh para pemerintah ataupun pemilik perusahaan tempat mereka bekerja, ini sama saja dengan mengabaikan "BOM WAKTU" yang sewaktu-waktu dapat meledak kapan pun dengan dahsyat, tutup Bang Iman mengakhiri yang dulunya pernah berprofesi sebagai driver GOJEK dan Driver GRAB di PT. Teknologi Pengangkutan Indonesia. (Red/Team)
Share on Google Plus

About JurnalisTeamSergapIndonesia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.